Membaca Apakah Sama Dengan Menulis?

    Seorang anak desa tinggal di kota kecil di Solo bersama majikannya, berkebangsaan Amerika. istri majikan tersebut sangat senang dengan sebut saja Tono, karena kejujurannya. Mereka hanya terkendala dengan komunikasi karena majikannya tidak bisa berbahasa Indonesia. Terpaksa majikannya memakai bahasa tarzan he,he aiueo...Uniknya Tono yang hanya lulusan sekolah dasar cepat menangkap isyarat majikannya tersebut apabila dia disuruh-suruh. dan selalu dengan ketawa sambil berkata," Yes, Sir". atau Yes, Mam!...Ternyata sedikit demi sedikit Tono belajar secara otodidak dalam bahasa Inggris. Coffee dia bilang oo kopi ya Sir okeee, sugar please...yang kayak gini to..(karena majikannya sering menunjukkan benda sambil bilang sugar.)..oke Mam..bereesss..pokok men....what men?..anu Sir..yes...yes...okelah...Karena istilah-istilah dan benda-benda sering disebutkan lama-lama Tono bisa berbahasa Inggris dengan lancar. sampai majikannya Mr. Brown sebut saja begitu, memujinya berkali-kali. tapi jangan salahkan Tono kalau dia sama sekali tidak bisa menulis bahasa Inggris..Tulisannya kira-kira seperti ini, ai red e leter (maksudnya saya membaca surat), atau I read a letter..Sifat Tono yang lugu ternyata pintar dan cepat menangkap karena pekerjaannya yang mengharuskan dia berbahasa Inggris. Cerita ini adalah kisah nyata seperti diceritakan teman saya. Lalu sahabat saya Marc dan istrinya mengatakan, Dewi, it's so easy to learn Indonesia language..as  well as so easy to forget, why friends?..ehmmm because learning Indonesia, writing and reading are the same, it is not like to learn English. well, what's about musim Pancaroba?...eh, sorry i don't know much (I tempted them, with little smilling).


Tidak ada komentar:

Ubah Pilihan Bahasa / Edit Language Translation